Kamis, 14 Juli 2011

27-01-2011 pegang erat

Seingat peternak memberi makan ternaknya.
Derap langkah menuju kematian itu pasti.
Peran dimainkan bersama kesalahan dan kebenaran.
Mengapa semua untuk mereka?
Hinggapnya kematian hanya rutinitas dalam kehidupan.
Tak perlulah berkata sopan.
Hujan itu tangis.
Menikmati hujatan yang bengis.

23-01-2011 lagu ini pernah kudengar


Kamu pintar…kamu pintar…
Kamu sering…sekali bohong…

23-01-2011 meratap hujatan


Bukanlah lihai dalam membiaskan kata menjadi bermakna hingga berwujud puisi.
Bukanlah isi otak ini penuh akan makna dari berbagai buku.
Bukanlah jiwa ini telah terlatih menjadi baja.
Bukan pula orang dengan pemikiran cerdas.

Senin, 23 Mei 2011

03-01-2011 dibalik sajak dan pujangga


Hantarkan sepinang sirih kepada tuan.
Haturkan terima kasih pada hulu balang.
Kereta tak lagi berjalan.
Terompet tak lagi ribut untuk memberi tanda.
Datang seorang pujangga bersajak kesana kemari.
Untuk seorang gadis elok nan rupawan permata kerajaan.
Didapuk seorang pujangga untuk meminang,
Siapa dibalik sajak dan pujangga.
Cacatkah ia dalam rasa malu.
Usai bersajak,beranjaklah sang pujangga.
Kepada tuannya.
Sang lelaki dibalik sajak dan seorang pujangga.
Berkabar tiada hasil.

03-01-2011 stresor pasca masa lalu


Biarkan hujan turun untuk memberi rona basah pada bumi.
Jangan cegah sinar bulan sampai kepadaku meski tak berseri.
Aku dengan keyakinan.
Sampai jumpa akal sehat.

03-01-2011 jalan kerbau


Berbekas segelintir sisa kehidupan.
Menerima segala daya untuk diri.
Sediakah untuk berdiri?
Terasa perih beralaskan dipan.
Hidup sunyi dengan segala keramaian.
Jika sebuah lonceng berdering hingga putuskan tali.
Kilatan sinar petir silaukan mata.
untuk menuntun dengan bunyi.
Sampaikan lirih tangis kepadaku.

Rabu, 18 Mei 2011

02-01-2011 offering,feel,remembering forever


Fatamorgana sekian tahun lalu membutakan mata.
Sekejap aku larut dalam indahnya moment itu.
Betapa tak kusangka,tak kuduga.
Aku pergi bersama deraian air mata.
Seakan aku hanya seonggok duri yang hanya menyakiti.
Kenapa aku dulu diterima?
Aku tulus akan hati ini.
Sungguh.
Pertanyaanku tentang apa,kenapa,bagaimana,siapa?
Meski ini bukan filsafat,tapi aku bertanya.
Aku tak tahu kasihku.
Aku tak tahu.
Aku punya pegangan atas apa yang aku rasa.
Yaitu… apa yang aku rasakan saat ini,kemarin dan besok juga kau rasakan.
Begitu juga kamu, apa yang kamu rasakan saat ini,kemarin dan besok juga aku rasakan.
Kau masih dihatiku.
Jika Allah menghendaki maka tetap seperti itu meski kau telah bersamanya dan aku tak bersama orang lain.