Rabu, 18 Mei 2011

06-12-2010 vasodilatasi


Mendung tak juga menggulung diri.
Tetesan hujan tak urung reda.
Seraya menepis hawa dingin.
Sepercik kehangatan ada dalam sanubari.
Menempatkan kopi yang nikmat disaat yang tepat.
Membawa daun itu terbang tanpa beban.
Meski telah membumi.
Semangatkan jiwa,sejukkan hati,menerapkan langkah tegap.

Sabtu, 14 Mei 2011

04-12-2010 prihatin


Tinggi awan sekian senti diatas mata.
Dermakan setiap tetes darah bagi kehidupan baru.
Peluh berarak turun menetes dari rambut yang memutih.
Ketika terhina hanya serupiah yang didapat.
Orang asli pun tak mau mengakui.
Mencaci,membuang sampah kepadanya.
Ketika ia membumbung tinggi laksana elang rajawali.
Yang dulu memaki,mencaci kini menjilat setiap jejak darinya.
Tiada salah ketika mereka memaki.
Tiada malu mereka mencaci.
Saat ia tertunduk oleh kerasnya putaran roda.

30-11-2010 jatuh tak berulang


Semilirnya berikan suasana sejuk.
Derasnya bertingkah polah dalam kegelapan.
Mendengar sesuatu yang keras namun tak beranjak.
Gerai telah terhampar di sana-sini.
Remangnya pelita diri tak tergugah karena telah mati.
Nafas dari sehelai daun menghidupi segala sesuatu yang ada dibawahnya.
Heran seekor kambing melihat daun itu pasrahkan diri.
Kambing dengan senang hati menerima kepasrahan itu.

28-11-2010 berkeringat dingin

Tinggi sudah terbangnya ia.
Sembilu terkurung sendiri.
Tanpa bisa ikut terbang bersamanya.
Hijau sudah rumput di padang pasir.
Kicauan sebenarnya terasa menyayat.
Bahkan mematikan.
Ularpun kembali ke sarang tanpa membawa mangsanya.
Seberapakah itu berpengaruh.
Tak..tek…tik…tok…tuk…

Senin, 04 April 2011

23-11-2010 fallin’

Semarak riuh rendah derai hujan.
Serempak menghujam bumi.
Terseret rendah oleh serangan waktu.
Memandang jatuhkan gumam.
Hidupi senja karena tangisan.
Gerombolan fikir tertidur.
Berteriak lantang sedari dulu.
Cendawan hitam terpesona kelabu.
Jatuh berserak daun.
Penghormatan jera menghirup aroma.
Sekedar bergelut dengan diri sendiri.

21-11-2010 cahaya abadi

Dalamnya keinginan terbunuh oleh keraguan.
Terbersit dalam pikir segera berdiri.
Terhunuskan pedang kearah jantung.
Tajam meluncur menumpahkan air mata.
Cahaya terang meredup untuk kesekian kali.
Berkas cahaya abadi jatuh menambah terangnya hari.
Semua merasa hidup ini indah.
Bukan hanya perputaran roda kereta saat menanjak.
Resaplah air yang mengalirkan keceriaan.
Bersambunglah senyum menyambut hangatnya cahaya abadi.

21-11-2010 makna kata


Jatuh sudah ludah ke tanah.
Hambar sudah rasa nafas.
Sejenak isyarat itu untuk ini.
Berselang sudah untuk itu.
Mengapa menyatakan kalau tidak bisa menepati.
Terlanjur aku terbang tinggi karenanya.
Dengan mudah aku terjatuh berkeping tiada sisa.
Dipuja layaknya raja.
Namun sekejap diludahi layaknya bangkai binatang.