Jumat, 30 Mei 2014

no caption no mention juga

Hawa, kamu sederhana, manis, lucu, aku suka itu,,, terima kasih hawa telah menghadirkan lagi rasa yang telah lama tak kurasakan.,, meski kita tak tau apakah kita bisa dan akan bersama, maaf atas keadaanku yang tak sempurna,,, you are the special one than the other,,, aku harap kamu denger baca memory ini,,,
5 Des 2013

18-06-2011 Senggang Batinku.



Rancu memang rancu.
Kenyataan suatu keharusan untuk dijalani.
Berlaripun takkan lepas darinya.
Untuk apa semua kenyataan?

Konsep hidup tidak selalu cocok.
Rancu.
Rancu.
Acuh.

hohoho

The Rain ft Endank Soekamti-Terlatih Patah Hati

Senin, 13 Januari 2014

10-06-2011 Genap dua bulan



Adakah ruang dalam sepi?
Seakan semua berlalu pergi menjadi kabut.
Kabut keabadian turuni langit dalam suasana asing.
Hijaukah mimpi saat aku bangun nanti?

Haruskah aku berkata kepada manusia hanya untuk memberitahu.
Pengorbanan apa yang telah ku perbuat.
Hei..saturasi sampah…semangatmu mana?
Deru mobil membuat tuli semua kupingmu.

Seonggok bangkai motor terpojok di dekat kamar mandi.
Membusuk tak tersentuh.
Hei dunia…mau berputar atau tetap disitu?
Kacaukan dirinya.

Selasa, 03 September 2013

10-04-2011 Manusia unik + aneh + gila

Woey..ngapain kesini…makan batu..?
Tidak..
Lha ngapain..
Menepati janji…
Anjrit…makanan apa tu…
Itu jalan surga…
Pake bawa-bawa surga lagi…udah pinter agama lo..
Belum…aku hanya anak manusia yang ingin menepati janji…
Dapat apa lo..
Terhindar dari kemunafikan..
Bull shit…sekarang munafik tu lagi ngetrend…
Bagiku tidak…
Mata kau…lo liat aja deh…banyak…
Sudah…tapi aku berusaha tidak seperti itu…
Rugi banget lo…
Tidak…ini tentang prinsip…kepuasan prinsip…

Selasa, 21 Mei 2013

20-03-2011 kacung jenderal


kelabu sudah darah ini.
Hijaukah pandangan.
Sedangkan hinggappun tidak.
Bergunakah hidup saat hendak mati.
Jauhkah mimpi saat itu.
Wajib untuk tahu bahwa inilah akhir.
Berhenti.

Senin, 01 Oktober 2012

17-03-2011 menghentak setelah sunyi


Senja ini saksi.
Saat hujan itu turun.
Lelah kusandarkan di batas jalan kota Jogja.
Penat kuletakkan manis di sisiku.
Untuk sebuah pertanyaan aku berfikir.
Tentang masa lalu untuk masa depan.
Sejauh apakah hatiku ini ikhlas.
Semampu apakah aku nantinya.
Petinggi mengisyaratkan aku untuk beranjak dari rehat.
Hingga aku sampai pada istirahatkan jiwa.
Semua telah terjadi.
Hingga berlalulah ia sementara waktu.